RSS

24. Elegi Menggapai Dasar Gunung Es

Hidup yang menghidupi terbentang luas tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu seperti kata Imanuel Kant. Untuk mengisi hidup agar bisa menghidupi perlu diupayakan melalui usaha tanpa kenal lelah, oleh kerenanya berfikir positive seperti Karl Max akan membuat segalanya lebih baik. Namun demikian, banyak rintangan mungkin saja menghalanginya. Dengan ilmu yang dimiliki dan pengalaman (Aristoteles) yang didapat, akan membuat semakin bijaksana. Bertanya (Socrates) kepada yang lebih memahami akan makna hidup, dengan menggunakan bahasa (Wittgenstain) yang santun dan ide-ide (Plato) yang mendukung mebawa pada kejelasan yang dituju. Tanpa disadari, kesalahan demi kesalahan (Lakatos) terjadi begitu saja dalam upaya mencari makna hidup. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan dalam hubungannya dengan manusia selama bergaul (Ernest) di ruang yang namanya dunia maupun dalam hubungannya dengan Tuhan, maka berserah diri mohon ampunanNya dan selalu mohon perlindungan dan kekuatan lahir dan batin. Inilah sebenar-benarnya makna dari pencarian ilmu yang bermanfaat.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 29, 2011 in Uncategorized

 

23. Elegi Bagaimana Matematikawan Dapat Mengusir Syaitan?

Syaitan diciptakan Tuhan untuk menggoda manusia dengan segala cara dan rupa. Dan dosa besar manakala manusia sampai tergoda olehnya. Samasekali sangat tidak terpikirkan bahwa matematika dapat dipakai untuk berargumen dengan syaitan (secara spiritual). Hanya manusia yang  berilmu, yang berhatinurani, yang  dengan ikhlas hanya bersandar padaNya, menggunakan akal pikirannya seraya berdo’a akan mampu mengusir syaitan yang menggodanya. Inilah sebenar-benarnya manusia yang dapat menggunakan ilmunya dengan sebaik-baiknya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 28, 2011 in Uncategorized

 

22. Elegi Menggapai Ramai

Ya Allah…

Ketika mulut bersuara, terdengarlah suara di telinga. Tetapi ketika mulut tidak lagi mampu bersuara, tiada ada suara yang bisa di dengar lagi oleh telinga. Kemanakah suara itu pergi?

Hati yang bersuara menyebut ashmaMu dengan hati yang ikhlas, dengan sepenuh hati memohon dan dengan  mengharap ridhloNya menimbulkan gemuruh yang luar biasa di dalam raga ini. Semoga hati sanubari ini senantiasa ramai karena Engkau.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 28, 2011 in Uncategorized

 

21. 21. Elegi Seorang Hamba Menggapai Ruang dan Waktu

Hamba yang tidak sadar akan ruang dan waktu, merasa dirinya paling hebat, merasa dirinya paling pintar, merasa dirinya paling benar, merasa dirinya paling tau, merasa dirinya paling segalanya tanpa memperhatikan dan mempedulikan apa yang terjadi, apa yang dipikirkan, apa yang telah diperbuat di sekelilingnya. Hal ini menjadikan dirinya sebagai super ego. Inilah sebenar-benarnya orang yang terjebak oleh ruang dan waktu.

Ya Tuhan… Bantulah aku agar aku bisa menjadi hambamu yang sadar akan ruang dan waktu sesuai kehendakMu.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 22, 2011 in Uncategorized

 

11. Elegi Pemberontakan Para Logos.

Ontologi

Logos-logos yang dengan segala kekurangan dan keterbatasan ingin menggapai banyak hal meski tanpa disadari membuatnya melakukan banyak hal. Tantangan-tantangan yang dirasakan menuntut pengakuan untuk mewujudkannya. Pemberontakan pada diri sendiri merupakan salah satu permasalahan yang sangat mendasar. Inilah sebenar-benarnya pemberontakan para logos.

 

Epistemologi

Berserah diri pada yang Maha Kuasa, dengan memohon ridloNya mudah-mudahan tiada lagi pertentangan-pertentangan di dalam hati dan pikiran.

 

Aksiologi

Kesadaran akan ketidaksempurnaan sebagai logos membuka mata hati untuk meminimaliskan pertentangan yang mungkin timbul. Berdoa, memohon ampunan dan berdandar kepaNya membuat nurani menjadi terkendali. Sebenar-benarnya melawan pemberontakan akan sirna jika berserah padaNya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 21, 2011 in Uncategorized

 

20. Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 10.

Matematika tidak lain tidak bukan kecuali adalah pikiran para siswa itu sendiri merupakan asumsi dasar dan sebagai fondasi dalam membangun architectonic mathematics. Dibutuhkan waktu untuk dapat menyelesaikan seluruh bangunan di atas fondasi tersebut dengan segala hambatan dan masalah yang ada.

Oleh karena itu, kepada pemegang kebijakan mohon beri waktu, fasilitas dan materi yang sesuai dengan kebutuhan tersebut agar bangunan dapat tercipta dengan sempurna.

Semoga permohonan ini menjadi kenyataan karena ridhoNya. Amin.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 21, 2011 in Uncategorized

 

19. Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 9.

Hakekat Matematika Sekolah….

Sederhana, tetapi menuntut banyak.

Sudahkah itu dilaksanakan di setiap satuan pendidikan? Pertanyaan yang tidak perlu dijawab namun perlu direnungkan.

Kondisi dan situasi di setiap satuan pendidikan tidaklah sama. Lagi-lagi pendidiklah ujung tombak dari matematika sekolah.

Dengan bermohon kekuatan dariNya, laksanakan matematika sekolah agar matematika di sekolah tampak lebih ramah dan menyenangkan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 21, 2011 in Uncategorized